Senin, 04 Februari 2013

OBSESI BERUBAH KARENA OBROLAN BIASA


Selama masa SMA, kita tidak pernah diajarkan apa itu impian,bagaimana kita menggapainya dan bagaimana menyikapinya, sehingga yang dipikirkan cuma bagaimana menghadapi hari esok, pokoknya g banyak pikiran hehehehe…
Masuk masa kuliah, berarti saatnya berpisah dari orangtua dan hidup mandiri . Waktu itu masih bingung juga mau ambil jurusan apa, pokoknya asli blank..

Mendekati tes ujian masuk PTN, baru deh terpikirkan mau masuk jurusan apa, saya putuskan ambil jurusan akuntansi . Masuk jurusan akuntansi juga tidak pernah terpikirkan kedepannya mau jadi apa, pokoknya kuliah saja dan dapat nilai bagus,cuma itu..titik g pake koma :-P



Masuk semester 6 sudah mulai mengenal bisnis MLM yang kebetulan diperkenalkan dari teman sekampung.Sangat menarik dan tertarik pada saat dijelaskan dan langsung memutuskan untuk join tanpa pikir panjang.Pertama kali mengikuti seminarnya, kesan pertama WOOOWW….LUAR BIASA . Merinding pada saat mereka berbicara mengenai impian, mau bahagiain orang tua, mau bantu orang tua naik haji dan sangat bikin iri begitu mereka menjelaskan bagaimana perasaan mereka pada saat tercapai,..mau menangis tapi malu juga jadi terpaksa deh gigit lidah biar air mata g keluar pada saat itu. Sampai di rumah mulai memikirkan apa impian ku, saya mau jadi apa kedepannya, untuk apa saya mau berusaha dan bagaimana cara saya menggapainya.Semenjak itu saya mulai gelisah saya harus bagaimana mengingat kemampuanku yang tidak ada apa-apanya, bakat g ada, skill sangat kurang,pemalu, pintar juga tidak tapi g bodoh-bodoh amat juga kok….*bela diri :-P .

Saya menemukan kalimat orang bijak yang membuat saya yakin bahwa saya mempunyai peluang yang sama dengan orang yang mempunyai bakat dan skill yang bagus.Kalimatnya berisi kayak gini “ Jika kamu merasa tidak pintar, maka jadilah anak yang rajin. Jika kamu merasa tidak mempunyai bakat, maka terus berdoa dan berusahalah sampai mendapatkan apa yang kamu mau”…*niece word
Semakin sering mengikuti seminar MLM membuat saya seperti terbakar semangat berasa seperti di cas kayak hp. Hanya saja kendala saya untuk tetap menjalankan bisnis MLM dari perusahaan cina yang produknya obat-obatan tsb terhenti karena saya tidak mempunyai waktu untuk menjalankan sistemnya karena kalau di makassar kebanyakan kegiatan biasanya dimulai malam jadi sampai harus pulang malam.
Tapi saya sangat berterimakasih karena melalui bisnis MLM inilah saya menjadi sangat terobsesi untuk sukses. Apalagi, bapak saya sudah pensiun dari kerjanya dan mulai sakit-sakit tan. Obsesi saya untuk menjadi wanita karir dan harus mencapai puncak sudah saya cam kan dalam hati.

Masuk semester 7, bapak saya meninggal. Berasa seperti salah satu kaki semangat saya patah dan tidak bertenaga. Sedih yang luar biasa dan kurang semangat.Tapi, Alhamdulillah teman-temanku masih mengingatkan saya bahwa masih ada ibuku yang harus saya ingat.Alhamdulillah wa syukurillah, saya sudah bisa menerima kenyataan bahwa Allah lebih sayang sama bapak. Perlahan-lahan semangat obsesiku untuk menjadi wanita karir kembali lagi.

Ada beberapa teman yang kasih istilah kalau saya gila tambang emas hehehe….Saya Cuma bisa bilang uang memang bukan segalanya tapiiiiiiiiii segala sesuatu butuh uang, bahkan mau buang air kecil saja di mall-mall harus bayar 1000 rupiah, nah lho!! Qiqiqiqiqi,,,
Tahun 2009 alhamdulillah Lulus kuliah S1, walaupun tidak meninggalkan prestasi , yang penting nilai IPK 3 koma lah hehehehe….

Tidak lama setelah wisuda dan alhamdulillah rejeki tidak lari kemana, ada panggilan interview di perusahaan swasta yang katanya data-data saya diambil dari kampus karena mereka mau yang freshgraduate.
Setelah interview, alhamdulillah lagi ya.. diterima dan minggu depan saya disuruh masuk sebagai posisi admin dengan gaji 1,4 juta per bulan (2010).Sebenarnya lumayan rendah hehehehe, tapi gpp karena belum ada pengalaman sama sekali. Janji dalam hati bahwa saya harus kerja dengan baik supaya karirku meningkat…*obsesiku

Hari pertama kerja rasanya degdegan, gugup dan bingung mau pake baju apa soalnya baju ku semuanya kaos hehehehe….yah,mau g mau pake baju kemeja kantor bapak yang dikecilkan di tukang jahit qiqiqqiqiqi…! Masuk kantor langsung diperkenalkan job desk nya apa, peraturan kerja seperti apa dan selalu muncul dalam hati, ingat ind… kamu harus sukses berkarir disini.

Di dalam ruangan rata-rata adalah kaum adam , untuk kaum hawa nya Cuma 4 orang.Yang duduk disampingku adalah perempuan yang umurnya 3 tahun di atas ku dan sudah kerja selama 2 tahun.Pertama kali kenal sudah langsung akrab dan banyak cerita tentang pekerjaan. Ternyata, beliau sudah mengajukan surat untuk resign karena lulus jadi PNS. Saya tanya alasannya kenapa, karena yang saya tahu posisinya sudah bagus dengan gaji yang lumayan tinggi dan karir yang cukup bagus, sangat disayangkan kalau semuanya itu dilepaskan begitu saja, padahal kita tahu kalau gaji PNS statusnya “PAS” untuk biaya hidup, tidak lebih dan tidak kurang.

Lalu jawaban beliau inilah yang merubah obsesi saya…dengan santai sambil mengetik di komputer, “ Ind,kita ini perempuan yang kodratnya adalah insya allah menjadi seorang ibu dan istri. Kalau kita udah nikah lalu kerja swasta yang pergi pagi dan pulang sore,bahkan bisa sampai malam,..trus quality time kita untuk anak dan suami bagaimana??lalu sapa yang urus mereka?? Yang cocok kerja swasta cukup suami saja karena memang mereka yang cari nafkah, harus cari uang banyak-banyak heheheh…. Tapi tetap juga ind wanita harus punya penghasilan sendiri jangan tergantung suami juga. Makanya saya memilih jadi PNS kan pergi kerjanya pagi trus pulangnya paling lama jam 2 an lah…jadi kalau pagi bisa berkarir, siangnya jadi ibu rumah tangga.”
Gleek…telan ludah!!!!

Entah kenapa kata-kata beliau tiba-tiba buat saya merinding dan mencerna kembali tiap kata yang disebutkan. Saya langsung ingat ibu saya yang juga PNS,yang memang benar kalau pagi sudah siap-siap pergi kerja lalu pulang jam 2 siang yang masih bisa urus kami anak-anaknya…Saya langsung ingat jam pulang kerja saya dari kantor memang sampai dirumah hampir maghrib bahkan setelah isya lalu langsung terkapar di tempat tidur saking capeknya, belum besoknya harus bangun pagi-pagi untuk persiapan ngantor, urus diri saja kadang kita suka ngeluh capek bagaimana jika punya keluarga???. Saya langsung membayangkan kalau seandainya saya kejar obsesi saya untuk sukses berkarir,lalu punya keluarga sendiri, bagaimana keluarga saya kedepannya??siapa yang urus mereka, mengingat pembantu rumah tangga saat ini sangat susah dicari dan belum tentu baik cara kerjanya… Saya langsung ingat kalaupun saya sukses berkarir tapi kalau keluarga saya kacau juga percuma (langsung ingat dan membayangkan sinetron di TV, orang tua sukses tapi anak-anaknya berantakan karena kurang perhatian)

Ya Allah…bukan seperti itu yang saya mau..saya mau sukses bukan hanya dalam karir saja tapi juga untuk keluarga saya kelak.Saya mau sukses bukan hanya untuk diri saya tapi juga bermanfaat untuk orang lain.
Kalimat-kalimat beliau yang mungkin pada saat itu beliau anggap  hanyalah obrolan biasa tapi sebenarnya yang membuat saya betul-betul sadar bahwa obsesiku tidaklah tepat.

Sejak hari itu hingga hari ini, obesesiku menjadi wanita karir yang sukses

wanita karir

telah berubah haluan ingin menjadi ibu rumah tangga yang sukses kedepannya.Amiiiinn Y Rabb

irt sukses



Catatan penting : dirikuw belum nikah ya hehehehe….insya Allah, this is my Dream.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar